Akhirnya, Ke Kelok 9 Lagi. Ini Sejarah Kelok 9. Simak, Yuk!
Hai, Readers! Beberapa tahun yang lalu, pernah seorang teman berkata pada aku seperti ini, "Kamu traveling di Jawa mulu, kampung sendiri aja belum semua yang terjelajahi." Yaps, aku akui, belum semua tempat wisata di kampungku sendiri yang aku kunjungi. Dikarenakan semasa sekolah aku tidak ada waktu untuk traveling dan pas kuliah pun demikian. Terlebih, sulitnya dapat izin orangtua untuk bisa pergi jauh dikit. Jadinya, jarang aku yang bener-bener main keluar bersama temen-temenku. Nah, sesampai di Jakarta, aku justru dapat kesempatan untuk traveling kemana pun yang aku mau. Hehe. Perjalanan mudik tahun lalu, selain ke Puncak Lawang, aku juga diajak oleh teman untuk menikmati pemandangan Kelok 9.

Sejarah kelok 9

Daya tarik kelok 9
Foto: id.wikipedia.org/wiki/Kelok_9
Aku pernah melewati kelok 9 saat menuju ke Pekan Baru. Itu bener-bener hanya lewat aja, ga ada singgah sekedar untuk berfoto. Setelah hampir 10 tahun kemudian, akhirnya di tahun lalu aku bisa untuk berlibur ke kelok 9. Selain pemandangannya yang menarik, hal pertama yang bikin aku penasaran adalah sejarah kelok 9. Kok bisa ya, mereka memiliki ide untuk membuat rute jalan seperti ini? Kelok 9 itu merupakan jalur legendaris di Sumatera Barat yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1908-1914 untuk menghubungkan Bukittinggi-Pekanbaru melalui medan perbukitan terjal. Jalan ini awalnya dibangun oleh Belanda untuk memperlancar transportasi dari Pelabuhan Emma Haven (Teluk Bayur) ke wilayah timur. Karena melintasi perbukitan Bukit Barisan, jalan ini dibentuk meliuk dengan tingginya 8 meter, lebar hanya 5 meter dan panjang sekitar 300 meter. Kebayang kan seperti apa saat itu kondisinya? Belum secakep sekarang. Untuk mengatasi kemacetan dan medan yang rawan longsor. Pemerintah memutuskan melakukan pembangunan Jembatan Layang (flyover) mulai dikerjakan pada November 2003 hingga 2013 yang diresmikan oleh Bapak SBY. Aslikkk, mereka yang merantau ke Pekan Baru atau melewati kelok 9 untuk perjalanannya, di momen lebaran selalu mengalami kemacetan disini. Dan itu hingga ke Bukittinggi biasanya. Nama kelok 9 pun diambil karena inj jembatan layang yang memiliki daya tarik berupa sembilan tikungan.

Daya tarik kelok 9

Keunikan kelok 9
Foto: doc. Pribadi
Perjalanan aku ke Kelok 9 tahun lalu merupakan perjalanan yang bukan aku rencanakan. Salah satu teman secara dadakan mengajak kesana, tentunya aku tidak menolak. Selain sejarah kelok 9, daya tariknya pun tidak bisa dilewatkan. Beberapa poin yang menjadi daya tarik pewisata ke Kelok 9 diantaranya:

1. pemandangan lembah dan hutan cagar alam

Kelok 9 merupakan jalur lintas yang berada diantara bukit barisan. Pemandangan alamnya yang hijau dari Hutan cagar alam dan terbentang luas, menjadi pemandangan yang indah dan menyegarkan mata. Tak sedikit yang kesini menikmati pemandangannya dengan sembari menikmati makanan di tepi-tepi jembatan kelok sembilan.

2. Struktur beton artistik

Yang membuat kelok 9 berbeda dari destinasi wisata yang lain adalah struktur beton yang ikonik. Beton ini yang menyangga sepanjang jembatan kelok 9. Dan itupun tersusun secara artistik sehingga memberi kesan yang menarik. Dan banyak juga, pengendara dengan sengaja berhenti di pertengahan jembatan kelok 9 untuk sekedar mengambil swafoto disini. Struktur beton layang sepanjang 2,5 km, menampilkan tiang beton raksasa setinggi 58 meter. Jembatan layang ini dibangun menggunakan teknologi Segmental Box Girder (beton prategang) dengan fondasi bore pile untuk stabilitas di tanah labil, untuk antipasi terjadinya longsor serta pelengkung beton pada bentang tertentu.

3. Spot foto ikonik

Tentunya ini sangat cocok untuk kamu yang instagramable banget. Selain spot foto yang langsung di alam jembatan kelok 9. Disini juga ada beberapa spot foto yang dibuat dengan latar langsung ke jembatan kelok 9. Biasanya spot foto ini dibikin di warung yang ada di tepi jembatan kelok 9 ini. Selain menjadi daya tarik pewisata untuk berswafoto, namun juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar. Ada beberapa spot ikonik gratis dengan syarat kita makan di warung tersebut.

Jaraknya dari Bukittinggi

Aku bertempat tinggal di Bukittinggi, jadi untuk ke kelok 9 mesti melewati Payakumbuh dahulu. Normalnya jarak tempuh ke kelok 9 lebih kurang 1 jam 33 menit dengan jarak sekitar 55km. Namun, kalo kamu kesini pas momen lebaran, pastinya akan lebih lama karena macetnya di perjalanan. Aku berangkat jam 7.30 pagi, dan sempat berhenti di pom bensin untuk ke toilet. Dan sampai di kelok sembilan sekitar pukul 09.50 WIB. Selama perjalanan pun kita akan disuguhi pemandangan alam dan perumahan warga di tepi jalan raya Bukittinggi-Payakumbuh. Sesampai disana, kita langsung berhenti di sebuah warung untuk memesan makanan. Meskipun banyak warung yang ada disini, kita tetap saja mencari posisi yang pas dengan pemandangan kelok 9 nya.

Apakah worth it liburan ke kelok 9?

sejarah pembangunan kelok 9
Foto: doc. Pribadi
Aku jadi paham, kenapa banyak orang ke kelok sembilan sembari dalam perjalanan menuju Kota atau destinasi lain. Karena memang yang menarik disini hanya pemandangannya. Keunikan jembatan layangnya. Setelah kita makan, kita memilih berswafoto terlebih dahulu. Dan itupun kita tak lama untuk berfoto-foto. Setelah puas berswafoto, kita berpikir untuk menuju destinasi lain. Untuk kamu yang belum pernah kesini dan penasaran dengan bentukan lekuk kelok 9, akan sangat worth it untuk dikunjungi. Karena memang seunik itu menurutku. Itulah perjalanan aku dan sejarah kelok 9. Apakah kamu pernah kesini? Atau penasaran untuk kesini? Yuks, cusss.

Leave a Comment