Hai, Readers!
Siapa nih yang kalo liburan pengennya ke lokasi wisata alam? Aku pun demikian. Kalo liburannya pengen ke alam, rasanya berada di tengah pemandangan alam yang indah, healingku terpenuhi.
Very latepost, yaps. Cerita travelingku kali ini bener-bener telat untuk aku posting di blog. Hehe.
Karena, ini perjalanan aku saat mudik lebaran tahun lalu bersama Mama dan adikku, yaitu ke Puncak Lawang Agam, Sumatera Barat.
Yuks, kepoin perkembangan Puncak Lawang Agam saat ini, Readers!
Lokasi Puncak Lawang Agam
Foto: doc. Pribadi
Setelah 12 tahun, aku bisa kesini lagi bersama keluargaku. Entah kenapa, terkadang lokasi wisata di kampung sendiri jarang di datangin.
Tahun lalu, aku bisa mudik hanya sebentar, yaitu hanya 6 hari, jadi aku manfaatkan untuk bisa healing.
Pagi itu, Mamaku nyaranin beberapa destinasi untuk kita habiskan waktu bersama, nah karena waktuku gak banyak, hanya bisa jalan 1 hari saja, jadi kita memutuskan ke Puncak Lawang Agam.
Kampungku di perbatasan Bukittinggi dan Agam. Jadi, ke Puncak Lawang masih terbilang dekat.
Untuk lokasi Puncak Lawang berada di Desa Wisata Lawang, Nagari Lawang yang terletak di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.
Lama Perjalanan dan HTM
Foto: doc. Pribadi
Puncak Lawang Agam buka dari pukul 07.00 WIB - 18.00 WIB. Jadi, Kita pun berangkat pukul 12.00 WIB dari rumah. Dan ini di momen lebaran, jadi perjalanan ke Puncak Lawang macet. Kita sempat bertemu macet di beberapa titik ruas jalan. Sehingga memakan waktu di perjalanan.
Lama dijalan tidak begitu mengesalkan karena kita bisa menikmati keindahan alam hijau Kab. Agam, dengan bentangan persawahan dan pepohonan di perbukitan.
Selama 2 jam di jalan, kita barulah sampai di gerbang masuk Wisata Puncak Lawang. Kita beli tiket dengan harga Rp. 25.000/orang. Dan tiket ini sudah termasuk free parkir dan odong-odong.
Sesampai di lokasi, kita menuju Mushala untuk shalat Zuhur dulu. Lokasinya masih di deket bawah, belum sampai di puncak.
Aku cukup takjup, karena Puncak Lawang yang aku kunjungi saat ini jauh berbeda dengan puncak lawang 12 tahun yang lalu.
Namun, sangat disayangkan juga, entah kenapa aku lebih suka suasana saat itu.
Dari lokasi parkiran ke area Puncak Lawang cukup jauh. Kita harus nanjak dulu meskipun jalannya landai namun cukup menguras energi. Ketahuan aku jarang olahraga sebelum kesini. Heheh
Foto: doc. Pribadi
Puncak Lawang ini merupakan dataran tertinggi dari Kecamatan Matur, Kab. Agam dengan ketinggian 1.210 mdpl yang dipenuhi rindangnya pohon pinus dan udara yang sejuk.
Dari ketinggian ini, kita juga bisa menikmati keindahan Danau Maninjau apabila cuaca cerah.
Kebetulan pas aku kesana, cuaca sedikit mendung berawan, namun sesekali matahari terlihat memberikan cahaya pada keindahan Danau Maninjau.
Yang pastinya, di Puncak Lawang udaranya sangat sejuk dan bersih. Untuk sekedar duduk dan menikmati alam saja rasanya sudah cukup.
Aktivitas di Puncak Lawang
Ada beberapa aktivitas yang bisa kita lakukan selama di Puncak Lawang, diantaranya:
1. Menikmati Panorama Danau Maninjau
Seperti yang aku sebutkan sebelumnya, keindahan pemandangan Danau Maninjau bisa kita nikmati saat berada di Puncak Lawang.
Luasnya hamparan danau dan perumahan warga akan terlihat dari puncak ini.
Tak sedikit dari pengunjung, termasuk aku dan keluarga kesini mengejar pemandangan ini.
Karena, spot ini lah yang banyak dicari oleh pengunjung.
2. Spot foto
Sayang banget gak sih kalo udah ke tempat secantik ini kita gak menyimpannya dalam sebuah potrait? Dan di Puncak Lawang Agam pun terdapat beberapa spot foto yang bisa kamu jadikan kenangan selama di Puncak Lawang.
Btw, Puncak Lawang itu luas banget, jadi aku pribadi gak ke semua sisi Puncak Lawang saat itu.
3. Paralayang
Foto: doc. Pribadi
Salah satu daya tarik Puncak Lawang adalah adanya aktivitas paralayang ini. Puncak Lawang pun diklaim sebagai salah satu tempat paralayang terbaik di Asia Tenggara. Pantesan banyak bule-bule yang datang kesini untuk menikmatinya.
Bahkan saat aku kesana, kita bisa menyaksikan bule yang mau meluncur dengan paralayangnya yang sudah lengkap.
Aktivitas paralayang ini cocok untuk kamu yang ingin uji adrenalin. Dan bagi yang belum pernah atau tidak profesional, akan dibantu oleh tim Paralayang Puncak Lawang.
Harga antara pengunjung lokal dan Internasional berbeda, aku lupa untuk harga pengunjung Internasional. Kalau untuk pengunjung lokal sebesar Rp. 600.000. Dengan durasinya 15-20 menit dan termasuk pemandu dari tim paralayang.
4. Outbound
Bagi kamu suka uji adrenalin, ada nih aktivitas lain selain paralayang, yaitu outbound di Puncak Lawang.
Aktivitas outbound tersebut diantaranya flying fox, jembatan goyang, dan panjat tali. Permasing-masing permainan memiliki harga yang berbeda.
5. Off road ATV
Aktivitas uji adrenalin yang lain adalah Off road ATV. Dengan panjang trek lebih kurang 1km yang terdiri dari area berbukit dan berlumpur.
Kalo kamu yang mau permainan yang menantang, bisa coba aktivitas ini. Pastikan kamu bawa baju ganti ya, karena khawatir akan kotor terkena lumpur.
Apa yang berbeda dari 2013
Foto: doc. Pribadi
12 tahun lalu aku kesini masib asri banget, parkiran ga jauh dari Puncak, dan bener-bener pemandangan yang hutan pinus, udara segar dan beberapa tenda kecil yang jualan sekitar puncak.
Tidak sama dengan kondisi 2025 saat aku kembali kesini. Sudah penuh dengan aktivitas adrenalin, ada terdapat vila. Serta lokasi parkir lun jadi jauh dari puncak mengingat sudah banyak bangunan spot foto di Puncak Lawang.
Dan lagi, ke Puncak Lawang Agam pun menjadi destinasi wisata yang tak hanya menikmati alam seperti dulu, kini sudah banyak aktivitas lain yang gak bikin kamu bosan untuk kembali kesana.
Itulah pengalaman aku ke Puncak Lawang Agam setelah 12 tahun kemudian. Kamu apakah pernah kesini juga, Readers?