Hai, Readers!
Itikaf di Mesjid tidak selalu di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Bisa juga dilaksanakan di hari biasa. Dan di Masjid Istiqlal pun sering buka pendaftaran untuk Itikaf disana.
Pengalaman pertama aku Itikaf di Masjid Istiqlal, memberiku pengalaman spiritual yang tinggi. Sehingga, rasanya ingin aku melaksanakannya lagi di lain waktu.
Lalu apa saja persiapan itikaf di Masjid Istiqlal yang harus kita perhatikan? Simak, Yuk!
Persiapan itikaf
Foto: doc. Pribadi
Karena ini pengalaman pertama aku itikaf di Masjid Istiqlal. Jadi, referensi yang aku cari melalui Tiktok. Apa saja yang perlu dipersiapkan dan apa saja yang perlu dibawa.
Aku mengusahakan semuanya bisa lengkap sehingga bisa khusyuk beribadah tanpa ada yang mengganggu oleh hal lain.
Keperluan yang aku bawa diantaranya
1. Alat shalat
Di Mesjid Istiqlal sudah menyediakan mukena, sajadah dan Al-qur'an, tapi aku sarankan tetap dibawa agar antisipasi kalo kita ga kebagian. Jangan lupa bawa tasbih digital dan catatan kecil apabila kamu ingin mencatat hasil tausiyah Ustadz.
2. Jaket
Untuk aku yang tak tahan dengan dinginnya AC, aku bawa jaket wanti-wanti kedinginan. Tapi pada akhirnya jaket tersebut ga kepake sih. Karena suasana cukup sejuk, gak begitu dingin dan gak begitu panas.
3. Plastik cadangan
Plastik cadangan ini sebaiknya bawa lebih dari 1, selain untuk tempat sendal kita, bisa dimanfaatkan sebagai tempat sisa makanan.
4. Goodie bag
Aku juga persiapkan Goodie bag yang ukuram standar yang mana fungsinya nanti untuk aku simpan tempat makanan buat sahur, atau tempat barang lainnya. Dan ternyata sangat berfungsi, Readers!
5. Air mineral dan cemilan
Ini tentunya harus kamu sediakan, karena tidak menutup kemungkinan kamu akan haus dan lapar lagi. Sedangkan jika kamu mau membeli di area Masjid Istiqlal, tidak hanya harga yang naik dari biasanya, tapi juga kamu harus dihadapkan dengan antrean panjang.
6. Tisu
Aku sarankan untuk bawa tisu basah dan tisu kering, karena ini akan sangat berfungsi selama itikaf.
6. Kipas angin portable
Ini persiapan apabila kamu berada di posisi yang tidak terlalu terasa AC atau angin. Karena, tidak semua sisi yang berasa adem. Bahkan karena banyaknya jamaah masjid, ruangan masjid akan terasa cukup panas.
6. Powerbank
Barang yang perlu dibawakan saat itikaf selanjutnya adalah powerbank. Karena kamu jangan berharap akan kebagian untuk menambahkan daya handphone kamu di Masjid Istiqlal secara nyaman. Untuk tempat ngisi daya memang ada, namun ngantrinya cukup banyak, jadi agar kamu gak kerepotan, bawa saja powerbank.
7. Headset
Selanjutnya yang aku bawa adalah headset. Aku merasa butuh, jikalau kamu mau dengar ceramah online atau keperluan lainnya. Tapi saat itikaf, ternyata headset ga kepake sama sekali oleh aku. Mungkin ini bisa jadi fifty-fifty sesuai kebutuhan ya.
8. Kondisi kesehatan
Selain barang yang perlu kamu bawa, hal penting lainnya adalah kondisi kesehatan kamu. Karena itikaf di Masjid Istiqlal akan memberikan kamu pengalaman lamanya ngantri untuk toilet dan wudu, naik turun tangga masjid yang cukup banyak. Jika kondisi tubuh kita tidak fit, bisa saja tumbang dan ibadah jadi tidak khusyuk.
9. Obatan darurat
Jangan lupa bawa obatan yang dibutuhkan saat darurat ya. Semisal minyak angin, obat lambung atau obat darurat yang rasanya akan kamu butuhkan selama ibadah.
Sebisa mungkin, tidak begitu banyak bawaan agar tidak terlalu banyak space yang terpakai untuk barang kita.
Kesempatan aku beritikaf di Masjib Istiqlal pada tanggal 14 Maret 2026 atau malam ke 24 Ramadhan.
Dari rumah aku berangkat pukul 17.00 WIB dari Cempaka Putih menuju Istiqlal. Perjalanan cukup macet dan aku sempat beli jus dulu untuk persiapan buka puasa.
Buka puasa di Masjid Istiqlal
Foto: doc. Pribadi
Sungguh disayangkan, aku sampe parkiran Masjid Istilal di pukul 18.02 WIB, sehingga pas sampe disana, pas banget azan magrib berkumandang. Sehingga kami memilih buka puasa di luar mesjid.
Aku dan temanku pun masuk ke mesjid saat akan shalat magrib. Kita memilih di lantai 2. Penting banget kamu ketahui, sebisa mungkin, sebelum kamu masuk mesjid, semua keperluan kamu sudah lengkap. Serta sudah wudu terlebih dahulu.
Karena jika ada yang kurang, kamu cukup effort untuk ngantri wudu dan naik turun tangga ke tempat kamu shalat.
Meskipun aku tidak bisa buka bareng jamaah lain di dalam Mesjid Istiqlal. Bagiku cukup bisa berbuka di depannya saja.
Untuk pengalaman aku Itikaf di Masjid Istiqlal sudah aku tulis di postingan sebelumnya. Nah, itu persiapan itikaf di Masjid Istiqlal yang perlu kamu sediakan. Bagaimana? Apakah kamu sudha pernah mencoba itikaf di Masjid Istiqlal, Readers?