Hai, Readers!
Tahun 2026 menjadi tahun yang begitu banyak mewujudkan wishlist aku sejak lama. Alhamdulillah, kesempatan itikaf di Masjid Istiqlal terwujud di tahun ini.
Pengalaman itikaf di Masjid Istiqlal menjadi banyak impian umat Islam yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Termasuk aku.
Itikaf merupakan kegiatan ibadah berdiam diri di dalam masjid dengan niat khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang sangat dianjurkan terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Terlihat sangat sederhana, tapi cukup sulit dilakukan selama ini.
Sebab itu, aku sangat bersyukur di tahun 2026 / 1447 H ini aku bisa melaksanakannya.
Lalu bagaimana pengalaman pertamaku itikaf di Masjid Istiqlal? Simak, Yuk!
Alhamdulillah, Allah beri kesempatan
Foto: doc. Pribadi
Itikaf merupakan kegiatan ibadah berdiam diri di dalam masjid dengan niat khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang sangat dianjurkan terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Readers.
Terkesan sangat sederhana, tapi sangat sulit untum dilaksanakan. Selama ini, aku selalu disibukan oleh pekerjaan. Sehingga kesempatan untuk itikaf di masjid selalu tidak terwujud.
Kali ini, Allah izinkan untuk aku melaksanakan itikaf. Dan itupun di Masjid Istiqlal.
Rasanya bener-bener begitu nikmatnya.
Aktivitas Itikaf di Masjid Istiqlal
Aku nyampe di Masjid Istiqlal pas sesudah azan berbuka puasa. Jadi, aku memilih berbuka makan di luar Masjid, aku makan ketoprak yang menurutku rasanya lumayan enak. Selesai berbuka, aku dan temanku langsung ke mesjid untuk shalat Magrib.
Kita memilih di lantai 2 yang langsung menghadap ke depan. Untung banget kita masih kebagian space.
Aktivitas dari shalat Isya, masih sama seperti biasanya, yaitu Shalat Isya, ceramah dan shalat Tarawih serta shalat Witir.
Hingga selesai witir, kita punya waktu untuk ngaji, atau tidur sejenak. Aku pribadi karena susah tidur, sehingga memilih mengaji.
Dan waktu malam tiba, jam setengah 1 malam, mulai dibangunkan untuk yang ingin berwudu atau ke toilet, karena akan segera diadakan Puncak Qiyamul Lail.
Qiyamul Lail yang dimulai pada pukul 01.00 WIB dengan mendengarkan Tausiyah dari Ustadz.
Foto: doc. Pribadi
Lalu, Shalat Tasbih sebanyak 4 Rakaat, Shalat Tahajud 8 Rakaat, Shalat Witir 3 Rakaat.
Selesai melaksanakan rangkaian shalat, diadakan Muhasabah. Disini kita dikasi renungan akan nikmat dan dosa yang telah kita lakukan. Serta doa harapan-harapan yang ingin kita minta ke Allah SWT.
Selesai Muhasabah di pukul 03.00 WIB. Kita lanjut sahur. Dan kebetulan, aku dapet nasi kotak untuk sahur sebelumnya. Jadi, kita ga perlu beli-beli lagi untuk sahur. Heheh.
Selesai sahur, sudah mendekati imsak, kita segera berwudu lagi dan langsung menunggu waktu Shalat Subuh. Selesai Qabliyah dan Shalat Subuh, aku dan temanku memutuskan pulang.
Karena kami hampir tidak tidur sama sekali. Biar bisa istirahat dirumah.
Bagaimana dengan pengalamanku Itikaf di Masjid Istiqlal?
Foto: doc. Pribadi
Aku rasa semua orang yang pernah merasakannya setuju bahwa ibadah di Istiqlal jauh lebih khusyuk dan tenang. Meskipun ribuan orang memadati mesjid ini, tak sedikit pun rasa panas di dalamnya. Rasanya adem sekali.
Dan aku merasa, dengan Itikaf di Masjid Istiqlal, makin sadar, bahwa segala terasa berat akan jadi ringan. Doa permintaan yang disusun justru lupa, hanya banyak meminta dan memohon ampun atas semua dosa yang pernah dilakukan.
Di momen ini, aku merasa, ibadahku masih sangat jauh. Pertama kali aku merasakan yang namanya Shalat Tasbih. Yaa Allah, ampunkan aku.
Selain niat ibadah yang dimantapkan untuk Itikaf di Masjid Istiqlal, kita perlu juga persiapkan kesehatan fisik. Kenapa aku bilang begitu? Karena, untuk ngantri toilet saja bisa 1 jam. Belum lagi ngantri wudu. Jadi, kaki harus kuat.
Wajar, karena ribuan orang yang ibadah disini. Belum lagi, perjalanan dari pintu masuk ke shaf shalat juga cukup jauh, perlu naik tangga.
Apalagi kalo kamu mau beli makanan di area mesjid, bener-bener ngantri banget. Alhamdulillah aku dapet nasi dari Masjid, kalo gak, mesti ngantri lagi.
Yang menguatkan aku saat melaksanakan ibadah Itikaf ini selain niat ibadahnya. Aku juga berpikir, ini masih ribuan umat, bagaimana nanti kalo di Mekkah? Udah jutaan umat. Hitung-hitung latihan dulu ya.
Sepertinya, mesti sering-sering ikut itikaf di Masjid Istiqlal.
Saran untuk yang mau Itikaf di Masjid Istiqlal
Foto: doc. Pribadi
Kamu bisa mengikuti Itikaf selama 10 hari dengan mengikuti pendaftaran Itikaf di Masjid Istiqlal. Aku memilih yang mandiri. Nah, selama Itikaf, ada beberaoa PR bagi aku untuk Itikaf di lain waktu. Yang perlu kamu perhatikan jika akan melakukan ibadah Itikaf di Masjid Istiqlal, diantaranya:
1. Pastikan kebutuhan kamu sudah lengkap, entah itu kebutuhan pribadi atau untuk makan berbuka dan sahur. Karena, nasi kotak dari mesjid terkadang terbatas, gak semua kebagian.
2. Usahakan jika kamu mau ke toilet, kamu harus bersiap diri akan mengantri lama, dan agar shalat berjamaah kamu tidak ketinggalan, sejam sebelum shalat.
3. Bawa sajadah tebal, karena ga semua tempat ada sajadahnya.
4. Kipas portable juga dibutuhkan jika area tempat duduk kamu gak kena kipas angin atau AC.
5. Bawa obat pribadi yang dibutuhkan, untuk antisipasi.
Nah, itulah pengalaman aku Itikaf di Masjid Istiqlal. Tadinya aku tidak ingin menulis ini di blog. Namun, aku sangat sadar, saat aku cari info terkait Itikaf sebelum pergi. Hal ini perlu dibagikan, agar nanti yang ingin ibadah di Masjid Istiqlal memiliki gambarannya. Semoga bermanfaat ya.