Hai, Readers!
Sekian lama aku traveling selalu bersama teman-temanku dan biasanya kita bikin itenerary sendiri, ngbudjet sendiri dan yaps merencanakan itu secara matang sebelum traveling.
Namun, sejak terjadinya pandemi di tahun 2020, saat itu banyak teman-teman travelingku mulai pindah kota, ada yang balik ke kampung halaman, ada yang mulai fokus bisnis di daerah lain dan ada yang pindah kota karena pindah kantor.
Sejak saat itu, aku mulai merasakan sulitnya mencari teman traveling. Untuk jalan sendiri pun masih belum berani.
Hingga akhirnya, ditahun 2022 aku memutuskan gabung komunitas backpacker Jakarta. Join backpacker Jakarta saat itu keputusan yang aku buat agar bisa traveling dan bertemu orang-orang baru.
Apa itu Backpacker Jakarta?
Acara Bukber All Member BPJ th 2024
Pertama kali mengetahui Backpacker Jakarta saat aku merangkum berbagai komunitas traveling yang ada di Indonesia. Namun saat itu, tidak kepikiran mau join Backpacker Jakarta.
Backpacker Jakarta merupakan salah satu komunitas traveling yang dirikan pertama kali oleh Edi Muhammad Yamin (Founder Backpacker Jakarta), pada Tanggal 5 April 2013 yang berpusat di Jakarta dan sekitaranya. BPJ atau singkatan Backpacker Jakarta ini memiliki basecamp di Cawang, Jakarta Timur.
Komunitas BPJ sudah memiliki member yang terbagi dengan jumlah RT saat ini mungkin 46 RT, kalo aku gak salah. Dan saat aku join BPJ, aku masuk ke RT 1. Dan disini tidak hanya member RT, ada juga member Club, seperti club tenis, sepak bola, dll.
Komunitas BPJ memiliki sistem share cost untuk setiap travelingnya. Untuk setiap traveling, kita bisa gabung tanpa harus masuk ke komunitasnya terlebih dahulu. Tapiii, tentunya akan ada beda keuntungan untuk member BPJ atau non member.
Readers! Jika kamu mengikuti Instagram Official BPJ, kamu akan bisa lihat detail setiap perjalanan liburan yang diadakan oleh BPJ. Dan disana kamu akan lihat perbedaan antara member BPJ dan non member.
Kenapa aku memutuskan untuk Join Backpacker Jakarta?
1. Harga share cost lebih hemat
Pada detail setiap info traveling di media sosial BPJ, kamu akan lihat adanya perbedaan harga member dan non member BPJ. Non member akan dikenakan biaya lebih mahal dibandingkan member. Meskipun tidak terlalu jauh perbedaan harganya. Namun, bagiku cukup worth it untuk join sih.
2. Memperluas jaringan
Dengan mengikuti komunitas traveling, harapan aku bisa menambah kenalan atau teman traveling. Jadi, travelingku tidak hanya sekedar berkenalan selama perjalanan liburan saja, tapi bisa berteman dan traveling bareng untuk destinasi lain.
3. Lebih update jadwal traveling
Apabila sudah join di BPJ, maka kita akan dimasukin ke grup WA khusus para member. Nah, disana nanti akan di share setiap jadwal traveling, biasanya setiap akhir bulan akan di share jadwal sebulan kedepannya. Bahkan ada yang 2 bulan sebelumnya sudah dibagikan. Tergantung tim untuk destinasinya apakah sudah ready atau belum.
Awal Pertama Join BPJ
Saat di Gunung Galunggung
Aku bergabung di komunitas Backpacker Jakarta sejak Maret 2022, saat itu aku ingin traveling karena sudah ambil cuti 3 hari untuk konser online BTS, ternyata aku hanya dapat di 1 hari konser aja.
Bingung mau ngisi waktu cuti, akhirnya aku cari tahu open trip yang tersedia di tanggal cutiku. Tiba-tiba aku inget Backpacker Jakarta, lalu aku buka media sosialnya, dan terdapat 1 jadwal yang sesuai yaitu destinasi ke Gunung Galunggung.
Wah, aku sudah merindukan bermain ke alam, aku rasa bolehlah. Dan aku mengajak salah satu temanku untuk traveling bareng, meski akhirnya dia tidak bisa ikut dan digantikan oleh temanku yang lain agar tiketnya gak hangus.
Saat menghubungi PIC perjalanan ke Gunung Galunggung, aku ditawarkan join Backpacker Jakarta dengan penjelasa benefit yang didapatkan apabila join.
Setelah aku pertimbangkan, aku memutuskan untuk join. Karena, prosedur join member BPJ tidak ribet dan sangat simple.
Pengalaman selama jadi Member BPJ
Sudah 4 tahun aku masih tergabung dalam komunitas ini, meskipun aku tidak terlalu aktif dalam komunitas. Sesekali aku ikut dalam event yang diadakan oleh BPJ ataupun grup RT1 BPJ.
Kesan selama menjadi member, anggota member di RT1 cukup ramah dan menyenangkan. Padahal, aku pun bisa muncul sesekali saja dalam grup. Karena aku hampir 2 tahun ini belum ada traveling kemana-mana. Oh iya, aku sempat pindah ke Jambi selama setahun. Selama migrasi ke Jambi pun aku masih masuk dalam grup komunitas ini.
Ramahnya para member, saat bertemu lagi aku sudah di Jakarta, tetap sama, tidak berbeda.
Untuk saat ini aku belum ada planning traveling bersama BPJ, mungkin jika nanti ada waktu, aku akan kembali schrolling-schrolling jadwal di grup. Heheh.
Karena, setiap bulannya selalu ada jadwal traveling di BPJ yang menarik dan hemat budjet.
Bagi aku, join komunitas BPJ tidaklah rugi. Apalagi untuk kamu yang suka traveling dan sulit menyamakan jadwal teman.
Itulah pengalaman aku setelah join Backpacker Jakarta. Apakah kamu tertarik?