Ternyata, Cara Ini Lebih Hemat Budjet Ke Yogyakarta. Yuks, Simak!
Hai, Readers! Liburan aku ke Jogja kali ini bisa dikatakan dadakan semuanya. Dengan bermodalkan tiket kereta api 74k yang sudah kita pesan jauh-jauh hari, sedangkan penginapan, sewa motor dan lainnya belum kami booking sama sekali. Tadinya, aku masih ragu untuk liburan ke Yogyakarta ini, khawatir akan bentrok dengan jadwal kerja. Sebab itu, aku memilih tidak booking apapun terlebih dahulu. Karena, jika memang tidak bisa berangkat, setidaknya bisa refund tiket keretanya saja. Ternyata, cara ini lebih hemat budjet ke Yogyakarta. Yuks, simak apa saja yang bisa aku hematkan dari perjalanan kali ini.

1. Sewa motor

Hemat Budjet Ke Yogyakarta
Foto : doc. Pribadi
Sebelumnya aku sempat booking sewa motor via wa. Namun, aku sengaja tidak memberikan DP terlebih dahulu, karena saat itu aku berencana mau bayar cash pas saat pengambilan motor. Hal tak terduga terjadi, nomor kontak booking motor kami tidak merespon sama sekali saat kami sampai di Stasiun Lempuyangan. Pada saat itu, aku auto mencari kontak sewa motor lagi melalui Tiktok dan IG. Ada beberapa yang merespon, namun karena kita memesan on the spot via wa, harganya terbilang mahal untuk tipe motor yang ditawarkan. Cukup panik, untungnya partnerku bisa lebih tenang, dia berjalan ke seberang Stasiun Lempuyangan, lalu mencoba cari sewa motor disekitaran stasiun. Alhamdulillah, kita dapat motor vario 125cc dengan harga 90k per 24 jam. Bukan yang hitungan hari. Harga ini jauh lebih hemat dari harga booking kami melalui wa. Karena hitungan 24 jam, kita sewa sabtu sore, dibalikin senin sore, masih hitunganya 2 hari. Kualitas dan tipe motornya pun lebih baik dibandingkan yang sudah kami booking sebelumnya. Nah, aku bookingnya pas di depan Stasiun Lempuyangan, nama tempatnya adalah SPM Rental Jogja atau nama IG nya : @sewamotorjogja24jam. Abangnya pun ramah dan unitnya banyak. Aku sih rekomendasi kalo kamu sewa motor disini. Sebelumnya aku booking dengan tipe Beat dengan harga 85k per hari. Jadi, kalo kita mulai sewa hari sabtu, dibalikin senin, hitungannya 3 hari. Lumayan price ya.

2. Penginapan

cara hemat ke jogja dari jakarta
Foto: doc. Pribadi
Hal kedua yang ternyata lebih hemat budjet ke Yogyakarta adalah penginapan on the spot! Yaps, setelah kami mendapatkan motor, kami segera mencari penginapan yang ada disekitar malioboro. Itu hari sabtu, sudah banyak penginapan yang full booking. Kita coba cari referensi via tiktok. Dan kami kunjungi satu persatu. Alhasil, kami dapatkan penginapan masih di dekat malioboro, namanya Java Homestay. Penginapan ini berada dalam gang, cukup sulit ditemukan awalnya. Setelah bertanya ke warga sekitar, kami temukan lokasinya dalam gang, dan kita tidak boleh menghidupkan kendaraan motor. Kita mesti mematikan mesinnya dan mendorong motor tersebut. Lokasinya tidak jauh dari gang, alamat lengkapnya di Gg. Tumenggung Joyoyudho IV No.333, RT.12RW/RW.03, Pringgokusuman, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Harga semalamnya 125k, dan karena kami extend waktu, harusnya check out jam 12 siang, kami minta waktu Checkout jam 8 malam. Hanya dikenakan biaya tambahan 30k. Menurutku ini sangat hemat, untuk sewa penitipan barang di Yogya sendiri harganya mencapai 60k untuk selama 6 jam. Pemiliknya pun ramah, beliau langsung membersihkan kamar dan mengganti sprei saat kita fix booking. Ada dapur bersama juga di lantai 1. Kamar kita berada di lantai 2, dengan terdapat balkon yang bisa sebagai tempat kita duduk santai di malam hari dengan memandangi malamnya Kota Yogyakarta. Biasanya homestay ini menjadi pilihan para backpacker yang hanya peduli tempat mereka beristirahat sebentar. Selain itu harganya pun lebib hemat.

3. Beli oleh-oleh di dapurnya langsung

Ke yogyakarta rasanya akan kurang kalo tidak bawa bakpia pathok 25. Aku membelinya pads malam hari setelah kami dari Malioboro. Tadinya, kami berencana mau berjalan kaki dari Malioboro ke dapur bakpia Pathok 25. Namun, setelah setengah jalan, rasanya kaki tidak sanggup lagi. Ada bapak becak yang menawarkan 10k untuk ke lokasi Bakpia Pathok 25. Karena kami merasa takut tidak keburu sampai penginapan jam 8 malam. Kami memilih menggunakan becak tersebut. Alhamdulillah, bapaknya mau anterin kita ke penginapan juga. Nah itulah ternyata cara lebih hemat budjet ke Yogyakarta. Hal yang biasa kita khawatirkan saat bepergian tanpa persiapan. Terima kasih Yogya untuk segala kenyamannannya.

Leave a Comment